Lain-lain
 
Kamis, 11/03/2015
SUKSES MERACIK BISNIS BUMBU INSTAN DAN RESTORAN

Sukses menekuni dua bidang usaha yang berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan, tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi setiap pengusaha. Kesuksesan inilah yang saat ini dirasakan oleh restoran Sajian Sunda Sambara dan bisnis bumbu instan Raozen yang tak hanya sukses memanjakan penikmat kuliner di Bumi Parahyangan Bandung namun juga mulai membuka cabang di berbagai kota besar di Indonesia.

“Berawal dari pemikiran para founder yang mempunyai pandangan bahwa kuliner adalah sebuah seni yang bisa memberikan kepuasan kepada setiap orang. Sajian Sunda Sambara ingin memperkenalkan seni dan budaya Sunda secara menyeluruh melalui masakan, gaya, etika dan tingkah laku dalam melayani para pelanggannya. Disini founder sajian kuliner Sambara sangat memperhatikan nilai-nilai etnis budaya namun tetap bisa dinikmati oleh masyarakat modern,” ujar pengelola sajian sunda Sambara.

Meski menyajikan beragam menu makanan khas Sunda, namun Sajian Sunda Sambara kini tak hanya diminati pasar lokal namun juga berhasil menggaet konsumen di luar daerah Kota Bandung. “Kami berharap agar para pelanggan kami dan masyarakat luas dapat menikmati kekayaan warisan budaya nenek moyang kita dalam bentuk masakan dengan cita rasa, penyajian serta atmosfir tradisional dengan sentuhan khas Sunda yang modern seiring dengan perubahan jaman,” ungkapnya.

Terbukti, pasar yang dibidik Sajian Sunda Sambara memang masih sangat potensial. Sejak dirintis pertama kali di kawasan Bandung, saat ini bisnis restoran khas Sunda tersebut telah merambah berbagai daerah seperti misalnya Jakarta, Palembang, Makassar, Pangkalan Bun, Serang, Cirebon, dan Cilegon. “Diharapkan kedepannya kami bisa buka cabang atau franchise lagi di kota-kota besar di Indonesia dan Asia,” tutur pengelola Sambara kepada tim liputan BisnisUKM.com.

Sukses di Bisnis Restoran Rambah Pasar Bumbu Instan
Merasa cukup puas dengan keberhasilan bisnis kuliner khas Sunda yang dirintisnya, para founder Sajian Sunda Sambara tertarik mengembangkan usahanya di bidang yang berbeda. Meski masih berkaitan dengan masakan, namun kali ini mereka lebih fokus membidik pasar bumbu instan dengan mengangkat brand Raozen.

“Sebenarnya Raozen adalah solusi sederhana yang kami ciptakan dari hasil pengamatan sosiologi kehidupan masyarakat perkotaan saat ini yang kebanyakan dari mereka tidak memiliki waktu terhadap hal-hal yang berhubungan dengan masak-memasak dan menikmati makanan enak dan sehat di rumah. Peluang inilah yang mendorong Raozen hadir sebagai solusi ‘Makan Makanan Beneran Gak Pake Lama,” jelas founder Raozen.

Dirintis di kota kembang Bandung pada tahun 2012 silam, Raozen memiliki tiga produk unggulan diantaranya adalah makanan kemasan yang sehat, enak, dan praktis (buka, panaskan, nikmati), bumbu ekstrak dengan puluhan varian resep makanan, dan yang ketiga adalah produk sambal instan yang enak, sehat dan tentunya juga praktis.

“Kepraktisan dan kelezatan bumbu instan Raozen dapat dinikmati di rumah, kantor, baik bersama keluarga, teman-teman, atau bahkan menjadi solusi saat Anda harus membuat sebuah hidangan masakan secara tiba-tiba. Semua produk kami sesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia karena menggunakan bahan baku dari rempah-rempah asli nusantara,” imbuhnya.

Lika-liku Menjalankan Dua Usaha
Dalam menjalankan dua bidang usaha yang berbeda, tentu kendala dan hambatan operasional yang dihadapi juga tidak sama. Salah satunya saja di bisnis restoran masalah SDM menjadi kendala utamanya, sedangkan untuk di bisnis bumbu instan hambatan yang dihadapi lebih ke masalah perkembangan teknoloni.

“Untuk mengatasi kendala SDM dilakukan pelatihan-pelatihan, dan membuat standarisasi operasional prosedur (SOP) sendiri. Sedangkan untuk kendala teknologi, mengingat masakan Indonesia secara umum lebih ke tradisional oleh karenanya dari proses pembuatan hingga alat yang digunakannya pun masih menggunakan alat tradisional. Sedangkan untuk skala yang lebih besar dibutuhkan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam proses pembuatannya dengan tetap menjaga kualitas dan tidak meninggalkan ketradisonalan tersebut. Selama ini yang diproduksi oleh Raozen masih diolah dengan proses di dapur,” papar pengusaha sukses yang sukses di bisnis kuliner tersebut.

Kendati tak sedikit hambatan yang dihadapi ketika merintis dua bisnis yang berbeda, namun sampai saat ini Sajian Sunda Sambara dan Raozen menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. “Perkembangan outlet yang cukup baik semenjak adanya konsep franchise dari tahun 2012, sampai saat ini sudah membuka cabang di beberapa kota di Indonesia. Sedangkan untuk produk Raozen target penjualan masih ke gerai-gerai modern market seperti Griya, Yogya Toserba, Total Buah dan lain sebagainya. Dalam memasarkan konsep produk yang ada, sejauh ini tidak mengalami kesulitan yang cukup berarti,” ucapnya sembari tersenyum penuh rasa syukur.

Menutup sesi wawancara kami, para founder berharap agar ekspansi pasar bisa lebih luas sehingga produk kuliner khas Sunda tersebut bisa di kenal masyarakat di berbagai daerah. “Kedepannya, para founder berharap agar di tahun ini baik bisnis Sajian Sunda Sambara maunpun produk Raozen bisa sama-sama tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia,” harapnya. Sumber : bisnisukm.com

Kembali | Lihat Semua