Lain-lain
 
Senin, 22/12/2014
POTENSI USAHA BARU MIE LABU

Besarnya minat masyarakat terhadap mie, mendorong para ahli pangan untuk mengembangkan produk tersebut menjadi peluang usaha dengan inovasi baru. Mie yang awalnya berbahan baku tepung terigu, kini telah berhasil dikembangkan dengan menggunakan bahan baku labu. Salah satu pelaku usaha mie yang memanfaatkan bahan baku labu adalah Rachman S Said. Alumni IPB Fakultas Teknologi Hasil Pertanian ini, berhasil menciptakan potensi usaha baru mie labu.

Temukan Ide Bisnis dari Hobi Travelling
Hasil labu yang melimpah, menjadi salah satu faktor pendukung munculnya inovasi usaha mie labu ini. Rachman memanfaatkan labu kuning menjadi tepung labu, yang kemudian menjadi campuran tepung terigu untuk membuat mie labu. Produk mie labu milik Rachman dipasarkan dengan brand Bumie alias labu mie.

Bumie diproduksi dengan perbandingan campuran bahan tepung terigu dan tepung labu 50% : 50%. Citarasa mie labu yang tidak kalah dengan mie berbahan terigu, serta warna kuning alami dari labu berhasil diterima pasar dan digemari para konsumen. Dibandingkan mie lainnya, Bumie memiliki kandungan gizi yang lebih lengkap seperti kandungan selenium yang bermanfaat mengendalikan berat badan. Serta warna jingga pada buah tersebut mengandung betakarotin dan zat antioksidan yang berguna untuk mencegah kanker.

Selain memiliki keunggulan gizi, labu mie juga dilengkapi dengan bumbu dari ramuan bahan alami tanpa penggunaan MSG. Bukan hanya itu saja, produk Bumie juga ditambahkan dengan sayuran kering, jadi bisa dibilang Bumie merupakan mie instan yang penuh serat, mineral dan vitamin. Labu mie yang diproduksi Rachman, dikemas dengan karton yang berbentuk gelas. Saya kemas seperti ini supaya image orang tidak menganggap mie instan sebagai makanan murahan, jelas Rachman.

Dengan modal kurang lebih 200 juta hasil patungan bersama empat orang rekannya, Rachman memulai usahanya dengan membeli lima buah mesin pembuat mie. Dan berhasil memproduksi sepuluh ribu sampai duapuluh ribu Bumie untuk setiap bulannya. Harga jual yang ditetapkan Rachman untuk produknya yaitu seharga Rp 4.000,- per bungkus. Bila dihitung hitung, omset yang diperolehnya bisa mencapai 80 juta setiap bulannya.

Selama ini strategi pemasaran yang dilakukan Rachman beserta rekannya, lebih berkonsentrasi melalui pameran pameran yang sering diadakan instansi pemerintah maupun swasta. Jumlah produksi Bumie saat ini belum terlalu besar, Kami masih berkonsentrasi pada masalah sosialisasi produk. ujar Rachman. Inovasi labu mie yang unik ini, menjadi peluang usaha baru yang memiliki prospek cukup bagus. Bagi Anda yang berminat dengan usaha mie labu, berikut kami berikan cara pembuatan mie labu. Selamat mencoba dan salam sukses. Sumber : bisnisukm.com

Kembali | Lihat Semua