Lain-lain
 
Sabtu, 08/11/2014
PELUANG BISNIS DISTRO DAN CLOTHING COMPANY

Menyukai hal-hal kreatif dan menantang menjadi latar belakang Taslim (32) membangun bisnis clothing company dan distro yang melayani sistem pemasaran ritel dan orderan. Bisnis yang pada awalnya dijalankan bersama adiknya tersebut menyediakan aneka produk seperti jaket, kaos, tas, sweater, topi, sandal, dll. Tahun 2008 menjadi awal mula Taslim bekerjasama dengan adiknya mendirikan distro yang kemudian diberi nama Distro Track. Berbekal modal 35 juta Rupiah, Taslim dan adiknya memilih lokasi di Jalan Kaliurang Km 14 Yogyakarta sebagai tempat menjalankan bisnisnya tersebut. Seiring makin berkembangnya usaha clothingnya, Taslim memutuskan untuk membuka bisnis distro dan clothing company sendiri dengan nama Gibbenk pada Mei 2009.

Ditemui di lokasi usahanya Selasa (24/5), Taslim berujar ingin mengubah pandangan masyarakat tentang distro. “Banyak orang beranggapan jika produk yang dijual distro itu semuanya mahal, namun saya disini menawarkan produk dengan harga yang murah namun memiliki kualitas yang mampu bersaing,” ujar Taslim kepada tim liputan bisnisUKM. Berlokasi di Jalan Bugisan Yogyakarta, Taslim menerapkan sistem beli putus dan konsinyasi dengan produsen asal Bandung dan Jogja sebagai penyedia produknya. Selain itu, beliau juga melayani orderan produksi seperti kaos, jaket, tas, dan sweater. Lokasi produksi Gibbenk masih berada dalam satu tempat dengan distronya, sehingga memudahkan dalam koodinasi ketika ada pesanan datang.

Dibantu 7 orang tenaga produksinya, saat ini Gibbenk mampu menghasilkan 1.000-2.000 kaos setiap bulannya. Namun kapasitas produksi tersebut akan bertambah ketika ada moment-moment tertentu. “Saat lebaran produksi kami akan meningkat, begitu juga ketika ada perusahaan baru yang memesan seragam karyawan, maka bisa dipastikan produksi kami akan meningkat tajam,” tambah pria asli Pulau Tanjung Batu tersebut. Dengan konsep design yang simple dan elegan, Taslim tidak menampilkan banyak gambar dan warna seperti kaos distro kebanyakan. Hal tersebut justru menjadi salah satu keunggulan produk clothing Gibbenk.

Info Produk
Secara sederhana, pria yang mengaku pernah bekerja sebagai tukang bangunan tersebut membagi step produksinya menjadi beberapa langkah. “Umumnya produksi barang seperti ini (kaos dan jaket) terbagai menjadi empat tahapan yaitu pembuatan design dan konsep, kemudian pengguntingan pola, proses menjahit, dan yang terakhir penyablonan,” ujar bapak dua orang putra tersebut. Menurut Taslim, bahan baku yang digunakan dalam produksinya didatangkan langsung dari Bandung dengan harga Rp.102.000,00/ kg. “Selama ini saya menggunakan bahan baku berupa cotton, kanvas, dan jeans,” imbuhnya.

Harga yang ditawarkan Gibbenk cukup bervariasi dan terjangkau untuk produk dengan kualitas distro. “Untuk produk ritel, harga kaos mulai dari Rp.60.000,00/ pcs dan jaket Rp.115.000,00/ pcs; sementara untuk harga produk orderan kaos Rp.70.000,00/ pcs, pesan di atas dua lusin harganya Rp.35.000,00/ pcs, untuk jaket harganya Rp.115.000,00/ pcs, dan pemesanan secara massal harganya Rp.80.000,00/ pcs,” tambah Taslim. Dengan harga seperti itu, Taslim mengaku dalam satu bulan Gibbenk mampu memperoleh omzet rata-rata 50 juta rupiah.

Selama menjalankan usahanya, Taslim berpegang teguh dengan prinsip hidup yang selalu memberikan motivasi dalam setiap langkah yang ditempuh. “Saya selalu menekankan sifat kesederhanaan; kemudian jujur, ikhlas, dan beribadah; serta mensyukuri harta yang saya peroleh sebagai sebuah jembatan amal,” ujarnya. Meskipun usahanya menunjukkan grafik yang selalu meningkat, namun Taslim selalu berusaha untuk menciptakan inovasi baru untuk menghadapi persaingan di usaha sejenis yang semakin ketat.

produk distroDiakui Taslim, saat ini pemasaran menjadi kendala utama usaha clothing miliknya. “Terus terang saya belum memaksimalkan proses pemasaran dan hanya berlangsung dari mulut ke mulut, karena selama ini saya masih fokus untuk memperkuat produksi dan kualitas produk kami,” terangnya. Beliau juga bersyukur bisa memberikan gaji karyawannya dengan standar UMR yang berlaku, dan selalu ingin mengembangkan kesejahteraan karyawannya tersebut.

Di akhir wawancaranya, Taslim berharap kedepan bisa memiliki 50 cabang outlet sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja. Menurutnya dalam hidup beliau selalu menekankan bahwa tidak ada kata tidak bisa asalkan kita mau berusaha dan bekerja keras. Taslim juga menomorsatukan ibadah terutama Sholat 5 waktu saat jam kerja kepada seluruh karyawannya. Dengan diimbangi doa dan kerja keras, tidak mustahil apa yang diharapkan Taslim akan bisa terwujud dalam waktu singkat. Sumber : bisnisukm.com

Kembali | Lihat Semua