Lain-lain
 
Sabtu, 06/09/2014
PERTAHANKAN BISNIS LEWAT KUALITAS PRODUK

Bisnis kuliner memang banyak diincar para pengusaha. Potensi pasar yang besar dan cepatnya waktu balik modal menjadikan sektor usaha ini kian seksi. Meski begitu, para pelakunya harus memutar otak agar bisa bertahan. Maklum saja, persaingan di sektor ini semakin ketat.
Ferawaty Hidayat, pemilik usaha Fefe Pancake pun merasakan hal yang sama. Perempuan yang hobi menonton film ini mengaku, bila saat ini persaingan di bisnis panekuk sangat ketat dibandingkan tahun lalu.
Meski begitu, jumlah konsumennya juga terus meningkat. Hal ini tak lepas dari upayanya untuk terus meningkatkan kualitas produk.
Fera bercerita, kebanyakan pengusaha panekuk lainnya akan memperkecil ukuran dan menebalkan kulit bila produknya sudah terkenal. "Tapi saya tidak mau seperti itu. Produk saya masih sama seperti saat awal buka,” katanya.
Untuk menambah legit rasa panekuk durian miliknya, Fera sengaja memesan daging durian langsung dari Medan. Dengan demikian, panekuk bikinannya memiliki standar rasa yang sama dengan panekuk asli Medan.
Untuk memenuhi kebutuhan durian, Fera sudah memiliki pemasok tetap dari Medan. Untuk menekan biaya produksi, Fera pun harus pintar-pintar melihat kondisi saat belanja durian.
Saat musim panen raya, misalnya, dia akan memborong buah durian dalam jumlah banyak. Dengan begitu, dia bisa mendapatkan harga murah. Stok duriannya juga mencukupi saat harga durian sedang mahal.
Untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya, Fera juga rajin memberikan promosi setiap bulannya. Contohnya, diskon 50% untuk ongkos kirim dan lainnya. Dia juga memberikan harga khusus untuk para reseller.
Selain itu, Fera rajin mengikuti acara-acara kuliner yang digelar di Jakarta dan sekitarnya. Baru-baru ini, dia mengikuti acara Jajanan Nusantara yang diadakan oleh MNC.
Untuk mendekatkan konsumen di wilayah Tangerang dan Jakarta, kini Fera gencar membuka gerai Fefe Pancake. Saat ini dia sudah mempunyai empat gerai yang tersebar di beberapa mal di Jakarta dan Tangerang.
Fera menargetkan, bisa membuka satu gerai setiap dua bulan. Ke depan, dia juga berencana mengembangkan usahanya dengan membuka peluang kemitraan.
Dari segi produk, ia juga mengembangkan usahanya dengan memproduksi berbagai macam makanan penutup, seperti puding, agar-agar dan lainnya. “Kalau tidak ada halangan, inginnya lima tahun lagi,” katanya.
Saat ini, dia masih fokus mengembangkan usahanya. Sejauh ini, dia mengaku tidak memiliki kendala berarti dalam bisnisnya. Sumber : bisnisukm.com

Kembali | Lihat Semua