Lain-lain
 
Jumat, 04/09/2014
MENYELAMI CUAN DARI SEKOLAH DIVING

Meski termasuk olahraga ekstrem, menyelam atau diving kini bukan lagi aktivitas menyeramkan. Selain olahraga, diving kini menjadi semacam hiburan. Di bawah laut disuguhkan pemandangan yang tiada duanya, seperti terumbu karang, biota laut dan beraneka warna jenis ikan.
Tak heran, bila menyelam kini semakin digemari banyak orang. Bukan hanya orang dewasa, banyak juga anak-anak hingga remaja yang gandrung dengan aktivitas menyelam ini.
Apalagi sebagai negara kepulauan, Indonesia menyimpan banyak keindahan panorama bawah laut yang hanya bisa dinikmati dengan cara menyelam. Aktivitas menyelam yang kini sedang menjadi tren membuka peluang usaha bagi pelaku bisnis sekolah menyelam.
"Sekarang sekolah menyelam mulai ramai bermunculan sejak setahun terakhir," kata Sukarno, pemilik Oxygen Dive Center di Kemang, Jakarta Selatan.
Menurut Sukarno, di Jakarta saja, kini sudah ada sekitar 10 sekolah menyelam. Sukarno sendiri baru membuka sekolah menyelam setahun terakhir. Selain karena hobi, ia melihat peluang sekolah menyelam sekarang menjanjikan.
"Potensi pasarnya bagus. Banyak orang mulai anak-anak hingga dewasa kini suka dengan kegiatan menyelam ini," kata pria yang mulai menekuni aktivitas menyelam sejak lima tahun terakhir ini.
Setiap bulan, Oxygen Dive Center menerima sekitar 10 siswa. Tarif belajar menyelam di tempat ini dihargai Rp 5 juta per siswa per parket. Satu paket terdiri dari teori, praktik di kolam, dan tes menyelam di laut.
Sekolah ini juga menyediakan peralatan menyelam. Untuk pembekalan teori memakan waktu sekitar 10 jam. Sementara praktik kolam sekitar dua jam. Tapi karena pesertanya kebanyakan karyawan kantor, kelas teori hanya bisa dilakukan saat akhir pekan.
Bila dinyatakan lulus, siswa akan mendapat sertifikat menyelam atau diving license dari National Association of Underwater Instructors (NAUI) Indonesia yang langsung di bawah NAUI pusat di Amerika Serikat, dan berlaku di seluruh dunia.
Butuh keterampilan
Menurut Sukarno, sekolah menyelam dibutuhkan karena aktivitas ini memang membutuhkan keterampilan. Dengan keterampilan yang dimilikinya, seorang penyelam bisa menikmati keindahan bawah laut.
Ada beberapa materi yang harus dikuasai sebelum menyelam di laut. Di antaranya, cara masuk ke dalam air, beberapa cara/ teknik kayuhan, membiasakan bernafas dengan mulut, mengatur daya apung netral, serta menguasai peralatan yang digunakan, dari merakit, menggunakan hingga membongkarnya lagi.
Selain itu, penyelam juga harus mengetahui komunikasi di bawah air dan lain-lain. Untuk itu, dalam sekolah menyelam diajarkan beberapa hal tentang pengantar dunia bawah air, peralatan yang digunakan, fisika dan fisiologi penyelaman, aspek kesehatan, dan ketrampilan di bawah air.
"Menyangkut kesehatan itu penting. Ada beberapa penyakit yang tidak disarankan untuk ikut diving, seperti asma dan lain-lain," jelas Sukarno.
Selain sekolah menyelam, Oxygen Dive Center juga menyediakan jasa trip menyelam ke berbagai destinasi, antara lain Tanjung Benoa Nusa Dua, Bali, Lombok, hingga Raja Ampat, Papua.
Pemainnya lainnya di bisnis ini adalah Jimmy Lengkang (50), pemilik Surabaya Diving di Surabaya, Jawa Timur. Ia sudah merintis berdirinya sekolah menyelam ini sejak tahun 2009.
Jimmy mengaku, tertarik mendirikan sekolah diving karena memiliki hobi menyelam sejak masih muda. "Saya ingin membuat usaha sesuai kesenangan saya, apalagi semakin banyak orang yang tertarik untuk menyelami keindahan laut," ujarnya.
Jimmy sendiri sudah menjadi instruktur diving sejak tahun 2.000. Bagi yang ingin belajar menyelam di Surabaya Diving, Jimmy mengenakan tarif Rp 3,5 juta. Dengan biaya tersebut, peserta akan dilatih selama empat hari mulai dari teori, praktik di kolam dan ujian langsung di laut terbuka.
Pelatihan itu meliputi teori satu hari, praktik kolam dua kali, dan praktik di laut dua hari. Usai praktik, peserta akan diberikan sertifikat menyelam dari SSI (Scuba Schools International) yang juga berlaku secara internasional.
"Biasanya kami praktik langsung di Laut Pasir Situbondo dan Pulau Menjangan Bali. Tapi kalau memilih di Bali, peserta akan dikenakan biaya tambahan Rp 1 juta," ujarnya.
Jimmy bilang, setiap peserta didiknya akan dimasukkan dalam komunitas Arek-Arek Diving Club. Komunitas ini didirikan oleh Jimmy sendiri.
Dalam sebulan, Jimmy bisa menerima lima siswa sampai 10 siswa, dengan omzet sekitar Rp 15 juta hingga Rp 35 juta per bulan.

Kembali | Lihat Semua