Lain-lain
 
Kamis, 21/08/2014
BISNIS SOUVENIR PERNIKAHAN DARI KERAJINAN GERABAH

Ketika menginjakkan kaki di Desa Wisata Kasongan, yang terlintas pertama kali dibenak kita pastinya adalah kerajinan gerabahnya yang memiliki beragam kreasi bentuk dan juga warna. Bila awalnya kerajinan gerabah Kasongan hanya dijadikan sebagai barang hiasan, sekarang ini perkembangan produknya sudah cukup meluas sehingga banyak pengrajin yang mulai memproduksi kerajinan gerabahuntuk kebutuhan interior, eksterior, maupun produk souvenir pernikahan. Peluang inilah yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat untuk mendatangkan untung besar setiap bulan dari bisnis kerajinan gerabah Kasongan.
Dari sekian banyak pengrajin gerabah yang terdapat di Desa Kasongan, Susi Nugroho (29) merupakan salah satu pelaku bisnis souvenir gerabah Kasongan yang sukses memasarkan produknya hingga ke seluruh penjuru negeri. Menggunakan website toko online yang Ia bangun, lelaki yang akrab dipanggil Nugroho ini mengusung Lakeisha Souvenir sebagai nama usahanya. “Kata Lakeisha sendiri sengaja saya ambil dari nama anak saya,” ujar Nugroho sembari tersenyum.
Mengawali usahanya pada tahun 2008 silam, bisa dikatakan bisnis Lakeisha Souvenir tersebut Ia rintis secara tidak sengaja. “Saat masih duduk di bangku kuliah saya iseng-iseng memasarkan produk kerajinan gerabah dengan membuat sebuah blog dan ternyata banyak peminatnya, dari sinilah saya akhirnya mulai serius menggeluti bisnis souvenir pernikahan dari gerabah dan mulai merambah ke bisnis undangan pernikahan,” ungkap bapak satu putri tersebut.
Ditemui tim bisnisUKM pada hari Sabtu (16/3) dirumahnya, Nugroho menceritakan bahwa di Kasongan bisnis kerajinan memang sudah banyak tetapi yang menggunakan pemasaran online masih sedikit. “Menurut saya pemasaran secara online lebih menguntungkan karena bisa menjangkau tidak hanya diwilayah ini saja, namun juga bisa diakses oleh konsumen di luar Jogja,” jelasnya.
Jika dibandingkan dengan pengrajin souvenir gerabah yang lain, Nugroho sengaja memilih pangsa pasar yang lebih spesifik yaitu khusus melayani permintaan souvenir pernikahan dan jasa pembuatan undangan. Dengan sentuhan desain dari sang istri, bisa dikatakan produk Lakeisha souvenir mempunyai keunikan tersendiri dan sengaja dibandrol dengan kisaran harga yang cukup terjangkau. Sehingga tidak heran bila sekarang ini Nugroho dan Kiki (istrinya) selalu kebanjiran orderan dari konsumen di berbagai daerah.
Informasi Pemasaran dan Produksi
Sampai hari ini, produk Lakeisha Souvenir sudah di pasarkan Nugroho ke seluruh wilayah Indonesia. Dengan memanfaatkan 100% pemasarannya secara online, dalam sehari Lakeisha Souvenir bisa menghasilkan sedikitnya 3 box souvenir yang masing-masing kotaknya berisi 1.000 pcs souvenir. Dibandrol dengan harga jual berkisar antara Rp 1.000,00 – Rp 5.000,00/ pcs, sekarang ini Nugroho bisa mengantongi omset jutaan rupiah setiap bulannya. “Dalam sebulan saya menargetkan minimal 40 pesanan, tapi sekarang ini setiap bulannya cenderung mendapatkan pesanan lebih banyak dari apa yang saya targetkan,” terangnya kepada tim BisnisUKM.
Kesuksesan Nugroho dalam menjalankan bisnis souvenir pernikahan, tentunya bukan tanpa hambatan dan kendala. Selama ini dalam menjalankan bisnisnya, proses pengiriman menjadi salah satu faktor kendala yang sering Ia hadapi. Agar produknya tidak mengalami kerusakan ketika dalam proses pengiriman, Nugroho mengantisipasinya dengan melakukan packing yang baik dan memberikan tambahan bonus produk untuk mengganti item souvenir yang dimungkinkan rusak di tengah proses pengiriman.
Menutup perjumpaannya dengan tim bisnisUKM, pengusaha muda yang hobi bermain badminton ini menyempatkan diri untuk berbagi tips kepada pengusahan yang ingin merintis usaha serupa. “Yang terpenting seorang pelaku usaha harus rajin, jangan malas dan selalu berdoa agar usahaku bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan menghidupi orang lain,” tegasnya ketika ditanya mengenai motivasi hidupnya.
Sumber : bisnisukm.com

Kembali | Lihat Semua