Lain-lain
 
Rabu, 12/08/2014
PENJUAL BENDERA RAIH OMZET RP 1 JUTA SEHARI

Memasuki bulan Agustus, para penjual bendera merah putih mulai menjajakan dagangannya. Bagi para pedagang bendera, peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus merupakan momentum untuk mencari rezeki dari hajatan tahunan.
Momen ini tak pernah dilewatkan Habib Thabroni, penjual bendera merah putih asal Probolinggo, Jawa timur. Ia memasarkan bendera di toko online bernama jualbenderamurah.blogspot.com.
Thabroni mengaku, omzetnya menjelang hari kemerdekaan naik 100% dibanding dengan hari biasa. "Hari biasa dapat Rp 500.000 per hari, tapi sekarang naik jadi Rp 1 juta per hari," kata pria yang masih duduk di bangku kuliah semester lima di Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya ini.
Selain dari dalam negeri, Thabroni juga menerima pesanan bendera dari mancanegara, khususnya Asia Tenggara. "Untuk special request bisa kami sesuaikan harganya dan desain bisa dikirimkan ke e-mail kami," ujarnya.
Harga bendera produksinya dibanderol mulai dari Rp 35.000 untuk bendera merah putih ukuran kecil, yaitu 110 sentimeter (cm) x 60 cm. Sedangkan ukuran besar dia hargai 200 cm x 130 cm dihargai Rp 75.000.
Di dalam negeri, Thabroni melayani pesanan di wilayah Jabodetabek hingga Sumatra. "Kadang saya juga mendapat pesanan dari partai politik," katanya.
Thabroni mengaku sudah memiliki mesin sablon sehingga mampu memproduksi dalam skala besar. Ke depannya, ia berencana mendirikan pabrik khusus bendera yang masih jarang ditemui di Indonesia.
Menurutnya, mengembangkan bisnis kerajinan bendera ini tidak susah. "Yang penting alurnya harus paham, sehingga kualitas produk bisa terjaga dan perhatikan juga distribusinya," ujarnya.
Beda dengan Thabroni, Fendi, produsen bendera asal Ciledug, Tangerang, mengaku belum merasakan kenaikan omzet menjelang hari kemerdekaan Indonesia kali ini. "Mungkin beberapa hari nanti sebelum kemerdekaan baru banyak yang pesan," ujarnya.
Namun, hal ini tidak menyurutkan usahanya sebagai perajin bendera. Selama ini, ia mengaku bisa mengantongi omzet mulai Rp 30 juta sampai Rp 40 juta per hari. Omzet yang begitu banyak didapat dari pesanan sejumlah instansi, seperti kantor pemda hingga perusahaan-perusahaan swasta.
Fendi menyatakan bisa melayani pesanan dalam jumlah banyak karena sudah memiliki mesin khusus untuk memproduksi bendera. Harga bendera bikinannya dibanderol mulaidari Rp 3.500 untuk ukuran terkecil hingga Rp 245.000 untuk bendera ukuran besar.
Khusus di bulan Agustus ini, mayoritas konsumennya adalah masyarakat yang membutuhkan bendera untuk dipasang di rumah di sekitar hari kemerdekaan. "Kalau pesanan atau perusahaan dari pemda justru sedikit," katanya.

Kembali | Lihat Semua