Lain-lain
 
Minggu, 19/07/2014
MENCICIP KELEZATAN KEDAI OLAHAN AYAM

Bisnis kuliner masih menjanjikan, selama orang Indonesia doyan makan. Jadi tidak heran, bila banyak bermunculan rumah makan anyar dimana-mana. Salah satu pengusaha yang menjalankan usaha kuliner ini adalah Agus Rizki Sujarwo.
Laki-laki yang kerap disapa Agus ini membuka gerai olahan ayam yang dinamakan dengan Rumah Makan Kampung Ayam Mas Agus. Agus resmi membuka usaha ini pada tahun 2012. Hingga saat ini, ia mempunyai satu gerai yang berada di Purwokerto, Jawa Tengah.
Agar usahanya cepat berkembang, Agus memutuskan untuk membuka tawaran kemitraannya pada awal 2014. Hingga saat ini masih belum ada mitra yang bergabung. Agus juga memiliki usaha kuliner lain bernama Bebek Abah Ndut pada tahun 2011.
Rumah Makan Kampung Ayam Mas Agus menjual sekitar 39 menu olahan ayam, beberapa di antaranya chicken katsu, ayam sambal hijau, dan ayam bakar.
Keunikan yang ditawarkan Agus adalah melengkapi menu olahan ayamnya dengan menawarkan sekitar 19 pilihan jenis sambal, seperti sambal teri, sambal ikan asin, sambal pete, dan lainnya.
Jika tertarik bergabung, Rumah Makan Kampung Ayam Mas Agus menawarkan paket kemitraan dengan investasi sebesar Rp 300 juta. Dengan modal tersebut, mitra akan mendapatkan seluruh perlengkapan masak, desain interior, menu, pelatihan, SOP, branding, dan perlengkapan lainnya.
Sehingga, mitra hanya perlu menyiapkan tempat usaha dan dengan halaman parkir yang cukup luas serta karyawan.
Balik modal setahun

Berbeda dengan tawaran kemitraan lainnya yang mengharuskan mitra membeli bahan baku utama dari pusat, Agus tidak memasok bahan baku utama. “Kita hanya akan melatih untuk koki dan staf, serta memberikan resep masakannya,” jelasnya.
Harga jual makanan di gerai ini mulai dari Rp 9.000 hingga Rp 17.000 per menu. Agus bisa meraup omzet sekitar Rp 12 juta per hari. Bila dikalkulasi dalam sebulan, omzetnya dapat mencapai Rp 360 juta.
Setelah dikurangi biaya untuk pembelian bahan baku, sewa tempat, gaji pegawai dan biaya operasional lainnya, mitra diprediksi baru bisa balik modal sekitar satu tahun.
Agus tidak mengambil margin keuntungan yang besar dari penentuan harga jual tiap menu, supaya harga bisa tetap bersaing dengan usaha serupa.
Pengamat waralaba Evi Diah Puspitawati menilai, potensi pasar kuliner olahan ayam masih besar. Sebab, mayoritas konsumen mengonsumsi daging ayam. Meski begitu, persaingan di sektor ini sudah cukup ketat. "Sehingga untuk dapat eksis harus memiliki ciri khas," kata Evi.
Selain itu, penentuan lokasi usaha juga perlu diperhatikan oleh calon mitra untuk kesuksesan bisnis. Perhatikan pula konsep usaha yang ditawarkan serta target konsumennya.

Rumah Makan Kampung Ayam Mas Agus
Jln. Prof Dr. Suharso,
Purwokerto, Jawa Tengah
HP: 085717666999

Kembali | Lihat Semua