Lain-lain
 
Jumat, 03/07/2014
JADI PRODUSEN PRODUK FESYEN BERKUALITAS EKSPOR

Keterbatasan ekonomi mampu menjadi alasan seseorang untuk berjuang sekeras tenaga agar berhasil. Inilah yang dijalani oleh Rusdi Raisa, pemuda asal Garut, Jawa Barat. Lantaran membutuhkan uang untuk membiayai kuliah, kini dia telah mampu menjelma sebagai pengusaha produk fashion yang mampu menembus pasar ekspor.
Ketika duduk di semester tiga Universitas Islam, Bandung, Rusdi memulai usaha sebagai pembuat tempat ponsel dari sisa bahan baku kulit dari para perajin kerajinan tangan. Lewat merek usaha D'Russa, yang berasal dari singkatan dari namanya, Rusdi memulai usaha ini secara kecil-kecilan di tahun 2006.
Seiring berjalan waktu, bisnisnya terus berkembang. Produk jualannya pun beralih menjadi jaket kulit. Kini, Rusdi lebih fokus memproduksi tas, sepatu dan dompet yang juga tetap berbahan baku kulit.
Pria lulusan Sarjana Ilmu Perencanaan Tata Kota ini mengatakan, potensi pasar tas berbahan baku kulit semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ini yang membuat dia fokus mengembangkan produk berbahan baku kulit hewan seperti kulit sapi, kambing, ular dan lain-lain. "Ketersedian bahan baku kulit dan industri pengolahannya juga cukup melimpah di Garut," kata dia.
Segmen pasar yang menjadi sasaran D’Russa adalah kelas menengah ke atas. Sebab, menurut dia, bahan bakunya saja sudah mahal. Sehingga tidak heran dia mematok harga jual cukup tinggi. Harga tas kulit dia jual mulai dari Rp 650.000 hingga Rp 4,5 juta per unit. Untuk produk sepatu kulit seharga Rp 650.000 sampai Rp 2,5 juta per pasang dan dimpet mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 650.000 per unit.
Dia kini sudah memiliki dua toko di Jakarta, yaitu di Epiwalk Kuningan dan Tebet Green Mall. Sedangkan kantor pusat berada di Bandung. Sejak awal merintis usahanya, Rusdi terus berusaha meningkatkan kualitas agar produk D’Russa bisa diakui bukan hanya dari dalam negeri tapi hingga ke Internasional.
Kerja kerasnya pun kini sudah terbayar. Konsumennya tidak hanya dari dalam negeri tapi dia juga sudah banyak mengirim produknya ke berbagai negara seperti Kanada, Jepang, Swiss, Singapura, Malaysia, Australia dan lain-lain. "Saya saat ini baru mendapatkan permintaan dari Selandia Baru dalam skala besar," ujar Rusdi.
Dia mengaku produk hasil karyanya yang diekspor ke luar negeri tidak selalu menggunakan brand D’Russa. Ia pernah menerima pesanan produksi tas dari merek-merek ternama di luar negeri. Kerjasama dengan pembeli dari Selandia Baru ini misalnya, produk buatan Rusdi akan digunakan dengan merek milik mereka.
Meski permintaan dari dalam negeri cukup banyak, namun sebagian kalangan menengah ke atas di dalam negeri lebih menyukai brand impor asal Eropa. Ini menjadi tantangan tersendiri baginya untuk bisa menjadi raja di negari sendiri.
Saat ini Rusdi dibantu oleh 23 karyawan untuk menjalankan bisnisnya. Sebanyak 12 orang untuk produksi dan sisanya untuk pengembangan dan pemasaran. Dari penjualan di dalam negeri dan ekspor, omzet yang bisa dia raih mencapai Rp 250 juta per bulan.
Sumber : peluangusaha.kontan.co.id

Kembali | Lihat Semua