Lain-lain
 
Kamis, 25/06/2014
PENGUPAS DAN PENEBAS DI SENTRA BAWANG

Saat melewati jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa, tepatnya memasuki Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Anda akan banyak jajaran toko-toko yang menjual telur asin dan bawang merah. Kedua produk tersebut memang merupakan oleh-oleh khas Brebes.
Bawang merah yang dijual di situ kebanyakan diambil dari sentra bawang merah di Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Di sentra tersebut, terdapat lebih dari sepuluh lapak bawang merah. Ini merupakan tempat para penebas bawang mengumpulkan dan membersihkan bawangnya sebelum dikirim kepada para tengkulak atau dijual langsung kepada pembeli.
Oh, ya, penebas adalah istilah untuk orang-orang yang membeli hasil bumi dengan sistem borongan. Biasanya dalam satu lapak bisa terdapat sekitar dua sampai tiga penebas.
Bila ingin menyambangi tempat ini, Anda membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari Stasiun KA Brebes. Sebagai patokannya, ada gapura selamat datang di Desa Luwungragi tepat di sisi kanan jalan. Memasuki lokasi tersebut, kita akan disambut dengan pemandangan ladang bawang merah dan padi yang menghampar luas.
Di desa ini Anda akan melihat banyak pekerja wanita yang sibuk mengupas bawang. Di dekat mereka, tampak ratusan kilogram bawang yang sedang dijemur.
Pekerjaan tersebut sudah menjadi mata pencaharian warga setempat. Salah satunya adalah Sama, yang telah bekerja membersihkan bawang merah di sentra itu selama 20 tahun.
Waryo, salah satu penebas bercerita, sentra tersebut sudah ada lebih dari 25 tahun yang lalu. Di sinilah para penebas mengumpulkan bawang merah dari beberapa tempat, tidak hanya dari Brebes, melainkan juga dari Majalengka, Leri, dan beberapa sentra produksi bawang merah lainnya. Di lokasi lapak tersebut terdapat puluhan ton bawang merah yang tertampung.
Waryo mengatakan, bawang merah yang telah melalui proses penjemuran, pemilihan, dan pembersihan itu segera dikirim ke berbagai tempat. Namun, kebanyakan penebas mengirimkannya kepada para tengkulak yang berada di luar Jawa seperti Medan, Banjarmasin, Kalimantan, dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia.
Kebanyakan penebas enggan menjual kepada konsumen langsung. Alasannya, jumlah pembelian hanya sedikit dan harganya kurang menguntungkan buat penjual. “Harga bisa berubah-ubah tergantung dari kondisi pasar,” ujarnya.
Saat ini, harga jual bawang merah sekitar Rp 15.000 per kg. Dalam sekali kirim dia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 50 juta. Waryo bisa mengirim sekitar tiga sampai empat kali dalam sebulan.
Zainal, salah satu penebas bawang merah lainnya, mengatakan, mereka tentu akan mendapatkan keuntungan kecil bila harga jual bawang merah di pasar sedang murah. Dalam sebulan, Zainal dapat mengirimkan bawang lebih dari 50 ton untuk para tengkulak yang berada di Pontianak, Medan, Banjarmasin, dan lainnya. Artinya, omzetnya ratusan juta rupiah dalam sekali pengiriman. Sumber : peluangusaha.kontan.co.id

Kembali | Lihat Semua