Lain-lain
 
Rabu, 25/06/2014
PANEN PEDAGANG KOLANGKALING SAAT RAMADAN

Bulan Ramadan bisa mendatangkan fulus segar bagi para pebisnis kolangkaling. Maklumlah, minuman segar berbahan kolangkaling menjadi pilihan utama hampir semua umat muslim saat berbuka puasa.
Alhasil, permintaan kolangkaling di bulan Ramadan bisa meningkat lebih dari 100%. Mohamad Husein, pengusaha kolangkaling dari Sidoarjo, Jawa Timur, mengaku, untuk menyambut datangnya bulan puasa itulah mulai minggu depan dirinya menambah pesanan kolangkaling.
Bila di bulan biasa ia memesan kolangkaling sebanyak 40 ton per bulan, "Memasuki bulan puasa bisa mencapai 200 ton per bulan," kata pemilik Safira Food ini.
Pasokan kolangkaling itu dia datangkan langsung dari petani di daerah Jawa Barat, seperti Tasikmalaya. Adapun konsumennya kebanyakan pedagang kolangkaling di pasar-pasar tradisional sejumlah daerah. Seperti, Pasuruan, Surabaya, Madura, Lombok, hingga Kalimantan.
Sekali kulakan ke Safira Food, mereka bisa membeli 1 kuintal–2 kuintal kolangkaling. "Selebihnya konsumen saya banyak tukang cendol, dan minuman dingin lainnya," ujar Husein.
Untuk pembelian dalam partai besar, dia kasih harga Rp 7.500 per kilogram (kg). Sedangkan pembelian dalam skala kecil dia hargai Rp 9.000 per kg. "Selama bulan Ramadan, harganya naik hingga Rp 12.000 per kg," kata Husein.
Pada bulan biasa, omzet Husein dari berjualan kolangkaling hanya berkisar Rp 5 juta–Rp 7 juta. Sedangkan selama bulan puasa hingga Lebaran, omzetnya naik menjadi empat kali lipat, hingga mencapai Rp 30 juta selama sebulan itu.
Lewat bulan puasa, omzet kembali turun. Husein sendiri mengaku sudah 15 tahun menekuni usaha ini. Selain kolangkaling, ia juga menjual makanan lain, seperti nata de coco dan rumput laut.
Pemain lainnya adalah Ronny Ibrahim di Depok, Jawa Barat. Ia sudah berbisnis kolangkaling selama empat tahun terakhir. "Usaha ini warisan orangtua yang biasa berjualan di Pasar Tanah Abang," katanya.
Ronny mendatangkan kolangkaling dari daerah Sumatra Utara (Sumut). Menurutnya, kolangkaling dari Sumut memiliki bentuk yang lebih besar dan lebih tahan lama ketimbang kolangkaling Jawa Barat.
Saat ini, ia masih menyetok kolangkaling dengan pesanan normal sebesar 7 ton per minggu. Nah, mulai minggu depan, saat puasa tiba, ia akan menambah pemesanan hingga mencapai 15 ton–20 ton per minggu.
Sama dengan Husein, rata-rata pelanggannya adalah pedagang pasar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Biasanya, kata Ronny, tiga hari menjelang Lebaran, penjualan akan sepi dan menurun.
Jadi, permintaan kolangkaling hanya besar saat hari pertama bulan puasa hingga seminggu sebelum Lebaran. Ia bilang, omzetnya di bulan biasa hanya Rp 6 juta per bulan. Namun, omzetnya saat Ramadan bisa naik hingga mencapai Rp 30 juta.

Kembali | Lihat Semua