Lain-lain
 
Selasa, 24/06/2014
JURAGAN PENTOL BAKAR ASAL SURABAYA MENCARI MITRA

JAKARTA. Pentol merupakan kudapan seperti bakso berbahan dasar daging sapi dan tepung sagu. Namun, pentol dinikmati tidak dengan kuah layaknya bakso, namun dengan cara ditusuk lidi dan dicocol ke saus. Makanan ini relatif murah dan rasanya nikmat, sehingga penggemarnya dari segala kalangan umur.
Salah satu pebisnis kuliner yang menjajal peruntungan usaha pentol adalah Yudha Aditia di Surabaya. Dia merintis usaha pentol sejak April 2014 dengan mengusung nama Pentol Bakar Joeragan. Pentol bakar ini disajikan dengan menggunakan saus sambal, saus tomat, dan kecap. Keunikan yang dia usung adalah pentol bakar buatannya memiliki kepedasan hingga tiga level.
Agar usaha ini cepat berkembang, Yudha menawarkan kemitraan sejak awal Juni ini. Karena masih belum genap sebulan menawarkan kerjasama usaha, saat ini, Pentol Bakar Joeragan belum memiliki mitra. Adapun gerai pusat baru beroperasi satu di Surabaya.
Untuk kemitraan, Yudha menawarkan paket investasi Rp 14 juta. Dengan investasi tersebut, mitra akan mendapatkan fasilitas booth, peralatan lengkap, tenda berukuran 2 meter (m) x 2 m untuk berjualan di luar ruangan, banner, resep, dan pelatihan karyawan.
Satu tusuk pentol dibanderol dengan harga Rp 1.000. Dengan estimasi penjualan 300 tusuk per hari, mitra bisa membukukan omzet minimal Rp 8 juta setiap bulan. Jika mitra mengambil laba bersih 40% dari omzet per bulan, modal sudah bisa kembali dalam waktu empat bulan.
Yudha tidak memungut biaya lain dari mitra. Paket investasi yang ditawarkan ini bersistem beli putus. Selain itu, mitra tidak berkewajiban membeli bahan baku dari pusat, sebab resep pembuatan pentol bakar sudah termasuk dalam biaya investasi.
Yudha mengklaim peluang bisnis Pentol Bakar Joeragan masih akan menjanjikan. Pasalnya, Yudha mengklaim dialah penjual pentol bakar pertama yang menawarkan tiga level kepedasan.
Yudha mengatakan, Pentol Bakar Joeragan akan menyasar lokasi-lokasi yang berdekatan dengan kampus atau pemukiman penduduk yang ramai. Sebab, makanan yang memiliki skala kepedasan biasanya lebih disukai mulai dari remaja hingga orang dewasa. Hingga akhir tahun, ia menargetkan bisa menggandeng lima mitra di Surabaya.
Anda berminat?

Kembali | Lihat Semua