Lain-lain
 
Kamis, 19/06/2014
BUTUH PERAWATAN KHUSUS AGAR TUMBUH LEBIH BESAR

Tidak seperti budidaya tomat jenis biasa, budidaya tomat indigo rose perlu sedikit perawatan khusus. Tomat jenis ini tidak bisa ditanam di daerah yang terlalu panas atau daerah yang terlalu lembab.

Untuk lokasi penanaman sebaiknya dilakukan di ruangan yang agak tertutup. Tujuannya, untuk menghindari gangguan hama, sehingga tanaman bisa hidup lama sampai panen.

Ardy Seno, pembudidaya tomat indigo rose di Lembang, Jawa Barat, mengakui, budidaya tomat ini agak susah-susah gampang. Banyak hal yang harus diperhatikan.

Contohnya lokasi penanaman. Dia membuat semacam green house atau rumah kaca. Namun, konsepnya bukan full rumah kaca karena atapnya menggunakan atap plastik anti ultra violet (UV).

Menurut Ardy, saat ini, bibit tomat indigo sudah mulai beradaptasi dengan cuaca Indonesia. Namun, untuk antisipasi supaya tanaman tetap hidup, ia tetap menggunakan green house.

Untuk obat hama, Ardy hanya memberikan sedikit semprotan obat fungisida, terutama saat musim hujan. Soalnya, di musim hujan, jamur bisa saja menyerang daun tomat.

Setiap seminggu sekali, Ardy selalu mengecek cabang agar tidak tumbuh berantakan dan terlalu panjang. Untuk mendapatkan pertumbuhan maksimal, jarak tanam antar dibuat sekitar 80 sentimeter (cm).

Ardy bilang, harga buah tomat indigo di musim hujan dan kemarau berbeda. "Akan lebih mahal di musim hujan karena butuh perawatan ekstra," ujarnya.

Harga normal tomat indigo sekitar Rp 25.000 per kilogram (kg). Namun di musim hujan bisa mencapai Rp 35.000. Untuk pasokan benih, dia impor langsung dari Amerika Serikat.

Harga satu gram benih sekitar US$ 40. Setiap satu gram berisi 200 biji tomat indigo. Ardy mengaku rutin mengimpor benih setiap dua bulan sekali. "Bibit impor tidak saya tanam semua, ada yang disimpan," katanya.

Pembudidaya lainnya, Ayu Rachmawati, bilang, biji yang akan disemai harus direndam dulu semalaman. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan. Baiknya benih ditanam dalam polibag yang sudah diisi tanah dicampur dengan ketan bakar. "Ini juga tujuannya untuk mempercepat tumbuhnya tunas," katanya.

Bila pertumbuhannya bagus, setelah usia dua minggu, benih sudah keluar tunas. Saat tanaman sudah bertunas dan mulai tumbuh besar, bisa dipindahkan ke polibag yang ukurannya lebih besar lagi. Sumber : peluangusaha.kontan.co.id

Kembali | Lihat Semua