Lain-lain
 
Kamis, 18/05/2011
PERAJIN GITAR GUWANG JUAL PRODUK LEWAT INTERNET

Di saat krisis keuangan melanda negara di berbagai belahan dunia, seorang perajin gitar ukir di Desa Guwang, Gianyar Bali, dapat tetap bertahan menjalankan roda usahanya. Di saat banyak pengusaha kerajinan yang jatuh terpuruk, perajin gitar ukir Wayan Tuges tetap banjir order gitar ukir dari luar negeri.

Pusat kerajinan gitar ukir Wayan Tuges ini terletak di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Kerajinan yang tergolong langka ini mulai ditekuni Wayan Tuges sejak 4 tahun lalu.

Proses pembuatan gitar ukir ini tak jauh berbeda dengan pembuatan gitar pada umumnya. Dimulai dari pemilihan bahan gitar yang menggunakan beberapa kayu impor seperti kayu cedar, spruce, black tasmanian wood, serta rose wood.

Kayu yang sudah dikeringkan selama 3 bulan ini kemudian dibentuk Menjadi beberapa komponen sebuah gitar. Proses selanjutnya adalah merangkai beberapa komponen itu menjadi sebuah gitar.

Proses pembuatan gitar ukir selanjutnya adalah proses pengukiran bagian -bagian gitar yang dikerjakan beberapa tukang ukir berpengalaman.

Untuk mengukir gitar ini diperlukan kehati-hatian agar tidak merusak kayu, mengingat bagian yang diukir mempunyai ketebalan hanya sekitar 2 mili meter lebih.

Motif ukiran yang biasa dipakai dalam gitar ukir ini antara lain motif Celtic, romawi kuno, wayang bali, binatang, dan berbagai motif tradisional Bali lainnya.

“Proses mengukir gitar ini memakan waktu hingga 1 bulan lebih. Semakin sulit motifnya, prosesnya semakin lama,” jelas Tuges.

Usai diukir, proses selanjutnya adalah proses finishing seperti pemasangan senar gitar serta menyelaraskan nada gitar. Total waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah gitar ukir mencapai 6 bulan atau setengah tahun.


Gitar ukir buatan Wayan Tuges ini diklaim ekslusif karena tidak ada yang sama satu sama lain dan diproduksi terbatas hanya 20 buah per bulan.

Karena bersifat ekslusif, tak heran jika harganya relatif mahal yakni antara Rp 5 juta hingga Rp 40 juta rupiah per buahnya.

Agar tetap bertahan di saat krisis keuangan global saat ini, Wayan menerapkan berbagai strategi mulai menurunkan harga jual hingga memperluas pasar lewat penjualan di internet.

“Sekarang saya sering menjual produk gitar ukir saya lewat situs lelang dunia E-Bay. Syukurlah lewat cara penjualan ini, gitar saya masih banyak dibeli konsumen luar negeri,” kata Tuges.

Meski harga gitar ukir ‘made in’ Wayan Tuges relatif mahal dan dunia sedang berada dalam kondisi krisis, strategi pemasaran yang diterapkan Wayan terbukti manjur. Gitar ukir buatan Wayan tetap banjir pesanan dari luar negeri seperti dari Kanada, Inggris, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa.

Dikutip dari beritabali.com

Kembali | Lihat Semua