Lain-lain
 
Rabu, 08/04/2014
PERNAH GADAIKAN MOTOR DEMI MODAL USAHA BATIK

Warisatul Hasanah sukses meraup omzet miliaran rupiah dari usaha batik aromaterapi. Bisnis yang ditekuninya ini memang menonjolkan keunikan, yakni menggunakan kayu cendana sebagai bahan pewarna batik.

Kayu cendana sendiri sebagai bahan aromaterapi. Makanya, batik buatannya disebut batik arometerapi. Ide membuat batik aromaterapi ini didapat setelah ia mengikuti kegiatan Auditing Student Programme (ASP) di Australia pada 2008.

Kala itu, ia masih kuliah semester IV di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas, Surabaya. Dalam kegiatan itu dipamerkan aneka kerajinan dari berbagai negara. Namun, perempuan yang akrab disapa Isa ini tak melihat ada batik di antara barang kerajinan yang dipamerkan itu.

"Padahal batik merupakan warisan budaya Indonesia yang berharga," ujarnya. Saat itu produk dari Indonesia yang dipamerkan adalah kayu cendana dari Yogyakarta yang memang terkenal mengeluarkan aroma yang menenangkan. Aroma kayu cendana itu menyebar ke seluruh ruangan.

"Dari sana timbul ide bagaimana menggabungkan aroma kayu cendana dengan batik tulis sebagai warisan bangsa kita yang sangat berharga," kata Isa. Kebetulan kala itu ada mata kuliah studi kelayakan bisnis di kampusnya.

Dan, saat itu ia dan para mahasiswa lainnya ditugaskan membuat proposal bisnis. Langsung saja Warisatul menuangkan ide bisnis itu dalam proposal. "Sejak itu keinginan saya untuk mengaplikasikan ide bisnis ini makin kuat," katanya.

Sebagai orang asli Madura, ia pun memilih corak dan motif batik khas Madura. Namun, tidak mudah baginya untuk merealisasikan ide bisnis tersebut. Soalnya, untuk membuat pewarna batik dari bahan aromaterapi, membutuhkan penelitian.

Butuh delapan bulan bagi perempuan kelahiran 10 Maret 1988 ini untuk melakukan penelitian hingga akhirnya menghasilkan aroma terapi yang bisa dijadikan sebagai bahan pewarna batik. "Awalnya saya uji dari bunga mawar dengan campuran bahan kimia, lalu beralih ke melati, cempaka, dan akhirnya cendana," kata Warisatul.

Setelah berhasil menciptakan pewarna aromaterapi, ternyata masih banyak kendala yang dihadapinya. Salah satunya kendala modal untuk membayar para perajin batik. Sebab, ia sendiri tidak memiliki keahlian membatik.

Soal modal ini cukup pelik bagi Warisatul karena dia berasal dari keluarga kurang mampu. Tapi, tekadnya untuk berbisnis batik arometapi sekaligus membantu ekonomi keluarga semakin kuat. Pada 2009, dengan modal hasil menggadaikan sepeda motor, ia bisa bekerjasama dengan 10 orang pembatik. Sejak itu, bisnisnya bergulir hingga kini.
Sumber : peluangusaha.kontan.co.id

Kembali | Lihat Semua