Lain-lain
 
Kamis, 26/03/2014
MENGGANTANG PELUANG DI STEAK QOBONG

Siapa yang tidak tergoda mencicipi daging steak yang disajikan pada hotplate dengan asap mengepul yang dilengkapi dengan kentang dan sayuran? Rasa-rasanya, kuliner steik sudah begitu jamak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Jangan heran bila makin banyak resto steak bermunculan, mulai dari resto kelas atas di mal sampai dengan resto minimalis di pinggir jalan. Tak sedikit pula para pebisnis ini mengembangkan usahanya lewat tawaran kemitraan.

Seperti yang ditawarkan Qobong Steak yang berlokasi di Ungaran, Jawa Tengah. Bisnis kuliner milik Yanuar Sk Tri Yoga ini sudah ada sejak April 2011. Dia baru menawarkan kemitraan pada pertengahan Maret ini.

Yanuar mempunyai satu gerai milik sendiri. Qobong Steak menjual steik daging sapi dan ayam dengan berbagai macam pilihan saus seperti original, barbeque, dan lada hitam. Selain itu, Qobong Steak juga menjual makanan lainnya seperti nasi goreng, kwetiau, dan lainnya.

Lantaran masih mulai menawarkan kemitraan, Qobong Steak belum memiliki mitra. Jika Anda tertarik bergabung, Yanuar menawarkan paket investasi Rp 60 juta. Dari dana itu, mitra mendapatkan karyawan, bahan baku, perlengkapan memasak, tempat seluas 10 m x10 m, branding, pelatihan, dan perlengkapan tambahan lainnya.

Bahan baku dari pusat

Untuk menjaga kualitas dan standar rasa menu makanan, Yanuar meminta mitra membeli bahan baku dari pusat. "Karena ada campuran rahasia di dalam bumbu setiap masakannya," ujar Yanuar.
Dari gerai miliknya, Yanuar mengaku mengantongi omzet Rp 30 juta per bulan. Setelah dikurangi dengan biaya operasional, bahan baku dan lainnya dia mendapatkan laba bersih 25% dari omzet.
Untuk menjaring mitra baru, Yanuar getol memasang iklan di media digital. Selain itu, dia juga masih menggunakan cara pemasaran tradisional yakni melalui promosi mulut ke mulut.

Hasilnya cukup bagus karena ada beberapa orang yang sudah menghubunginya untuk menjajaki menjadi mitranya. Dia mengaku cukup selektif untuk memilih mitra, yakni mereka yang benar-benar fokus.

Cuma, Amir Karamoy, Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin, meng-ingatkan, perkembangan kuliner steak saat ini stagnan. Dia bilang, kondisi ini sudah terlihat sejak beberapa tahun belakangan ini. Sehingga, untuk calon mitra yang ingin bergabung, harus mencermati apakah pasar di wilayahnya cukup besar.

Untuk mengecek kondisi pasar, calon mitra bisa melihat perkembangan restoran steik lainnya. "Benar-benar harus dicermati oleh mitra yang mau bergabung, agar usahanya nanti tidak merugi," jelasnya.

Sedangkan laba bersih sekitar 25% dari omzet menurut Amir itu hal yang lumrah karena bahan baku cukup banyak dan mahal. Sumber : peluangusaha.kontan.co.id

Kembali | Lihat Semua