Lain-lain
 
Rabu, 26/02/2014
LISTRIK PADAM, PEBISNIS DI SULBAR RUMAHKAN PEGAWAI

Pemadaman listrik di Kabupaten Mamuju Utara Sulawesi Barat sebulan terakhir tidak hanya melumpuhkan aktivitas pelayanan publik tapi juga menyebabkan sektor usaha dan industri rumahan merugi. Sejumlah pengusaha bahkan merumahkan karyawannya sementara.

Krisis listrik di Mamuju Utara sejak sebulan terakhir yang terjadi akibat penggantian jaringan kabel induk telah membuat sejumlah usaha kecil dan industri rumahan yang mengandalkan pasokan listrik PLN di wilayah ini terpuruk.

Bisnis konveksi setempat menghentikan menerima pesanan sementara waktu, pengusaha foto kopi dan perusahan percetakan di kawasan pasangkayu Mamuju Utara merumahkan seluruh karyawannya lantaran mesin-mesin foto kopi dan peralatan lainnya tak bisa beroperasi akibat krisis listrik sejak akhir november lalu

"Biasanya pendapatan itu saya dapat Rp 5 juta per hari, kalau sekarang PLN mati, tidak ada yg datang," keluh Nursia, salah seorang pemilik toko fotocopy.

PLN Cabang Pasang Kayu Mamuju Utara menjelaskan krisis listrik akibat adanya pergantian kabel ukuran 75 mili menjadi 100 mili untuk persiapan interkoneksi dengan jaringan induk PLN Palu Sulawesi Tengah dan PLN Bakaru Pinrang, Sulawesi Selatan.

Mohamad Sultan, Kepala PLN Cabang Pasangkayu mengatakan pemdaman listrik memang tak bisa dihindarkan mengingat adanya pekerjaan besar yang sedang dilakukan.

"Ini pekerjaan mau tidak mau harus ada pemadaman. kabel-klabel yg kecil itu kita ganti supaya persiapan gardu induk kemudian interkoneksi dengan Mamuju Tengah," katanya.

Pilihan menyiasati ketiadaan listrik dengan genset atau generator sementara dinilai pengusaha tidak efisien karena biaya operasional mereka justru membengkak lebih dari 50 persen dari biasanya.

Tak hanya sektor swasta yang terpuruk akibat krisis listrik, pelayanan di kantor-kantor pemerintah dan kantor kepolisian seperti layanan pembuatan sim juga ikut lumpuh. (Shd) Sumber : liputan6.com

Kembali | Lihat Semua