Lain-lain
 
Kamis, 19/02/2014
SOLIHIN, MENDULANG UNTUNG DARI WANGINYA USAHA KOSMETIK

Berkat kejelian melihat ceruk pasar, PD Tri Putri Ayu lahir sebagai produsen kosmetik lokal yang mampu bertahan di tengah gempuran impor produk kecantikan murah dari berbagai negara. Lima merek produk yang diusungnya perlahan mulai melekat di hati pelanggan.

Meski masih belum terbilang besar sekali, Solihin sang pemilik terus membuat inovasi berbagai produk kosmetik agar usahanya kian berkembang. Liputan6.com, berkesempatan menyambangi lokasi usahanya yang terletak di Tangerang, Banten.

Asal mula usaha

Aroma khas wewangian sabun pertama kali menyambut kedatangan tim Liputan6.com di pabrik kosmetik PD Tri Putri Ayu yang berlokasi di bilangan Jalan Raya Cijengir Nomor 89 Curug, Tangerang, Banten.

Kala kaki mulai melangkah ke dalam ruangan, kami langsung menemui ragam dekoratif kosmetik yang tersusun rapi dalam sebuah etalase lemari.
Ada sabun padat khusus wajah dan badan, body scrub, parfum, body wash, hand and body lotion hingga sabun pembersih daerah kewanitaan.

PD Tri Putri Ayu melempar lima merek ke pasaran dengan sebutan Jinzu, Faylacis, Miss You, Thai dan O'Bali. Sang pemilik, Solihin Sofian mengakui bahwa merek-merek tersebut hadir bukan tanpa alasan. Pasalnya manajemen telah membedakan segmen pasar bagi kelima merek itu.

"Merek Jinzu dan Thai lebih bermain ke pangsa pasar umum, merek Miss You akan fokus pada asesoris kosmetik seperti parfum atau splash cologne, lipstik dan eye liner. Sedangkan O'Bali dipersiapkan untuk membidik pasar luar negeri," ceritanya kepada Liputan6.com, Kamis (9/1/2014).

Sebelum menjadi kosmetik utuh, produk tersebut perlu melalui proses produksi yang dilakoni oleh 35 karyawan PD Tri Putri Ayu. Rangkaian proses produksi harus dilakukan sesuai dengan standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) dari Peraturan Menteri Kesehatan (Menkes).

Produksi kosmetik di perusahaan ini terbilang steril, karena kondisi di dalam pabrik nampak bersih. Tahapan proses pun berurutan mulai dari pengolahan bahan menggunakan lima mesin mixer, pencetakan (sabun padat) sampai kepada tahap pengemasan.

Di tambah lagi tersedia ruang khusus riset dan pengembangan yang menerjunkan dua apoteker untuk mengontrol kualitas bahan hingga produk jadi. Solihin pun ikut mengawasi langsung proses produksi supaya kosmetik aman dan bermanfaat bagi konsumen.

"Syarat utama produk kosmetik harus aman serta bermanfaat. Makanya semua diperiksa dan penerapannya mesti sesuai dengan CPKB sebab kami dikontrol Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara rutin," kata Ketua Harian. Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK) itu. Sumber : Liputan6.com


Kembali | Lihat Semua