Lain-lain
 
Selasa, 10/02/2014
INDUSTRI KERIPIK BELUT DI DAERAH GODEAN

Pada awalya, Godean belum dikenal sebagai sentra industri keripik belut. Hal ini dikarenakan kebanyakan pelakunya adalah para pedagang besar. Namun, dengan adanya inisiasi dari pemerintah untuk mendampingi pedagang kecil, geliat bisnis keripik belut pun meningkat. Pendampingan yang diberikan berupa pelatihan tentang pengolahan belut menjadi keripik dengan cara yang lebih baik. Pengolahan belut pun dikembangkan dalam jumlah besar dengan menambah peralatan yang digunakan.
Pelatihan terus dilakukan untuk meningkatkan cita rasa dan kualitas keripik belut. Seiring perkembangannya, paguyuban pun dibentuk sebagai tempat bertemu, konsultasi dan pengembangan keterampilan serta pemasaran keripiki belut dari para produsen. Industri pengolahan keripik belut tidak terhindar dari pasang dan surut. Keadaan perekonomian Indonesia yang tak selalu stabil ini pun membuat usaha keripik belut mengalami jatuh bangu. Namun, perkembangan bisnis keripik belut hingga pertengahan tahun 2008 cukup menggembirakan. Dan sampai saat ini Godean tetap menjadi sentra industri keripik belut.
Inovasi dalam menciptakan variasi keripik belut pun terus dilakukan. Bahkan seorang produsen telah melakukan uji coba beberapa kali untuk mendapat cita rasa pedas pada keripik belut yang diproduksinya. Kemasan keripik belut pun tak luput dari perbaikan. Jika awalnya keripik belut hanya dibungkus plastik keresek hitam, sekarang produsen membungkus keripik belut dengan kemasan yang lebih menarik. Pengembangan usaha juga dilakukan dengan memproduksi olahan lain seperti keripik paru, bayam, jamurr, tempe, dan ikan wader. Meskipun demikian, penjualan keripik belut tetap mendominasi.
Tingginya permintaan pasar terhadap keripik belut membuat para produsen mendatangkan belut segar dari Lumajang, Bojonegoro, Malang, dan Kediri yang merupakan daerah-daerah pemasok belut dari Jawa Timur. Jika mengandalkan pasokan belut segar dari Godean atau wilayah lain di Yogyakarta, para produsen tidak akan bisa memenuhi permintaan pasar. Sulitnya proses budidaya memang menjadi penyebab masyarakat Godean belum banyak yang secara khusus membudidayakan belut. Tentunya hal ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha. Karena selama permintaan pasar terhadap keripik belut tinggi, para produsen pun membutuhkan pasokan belut segar yang cukup banyak.

Kembali | Lihat Semua