Lain-lain
 
Sabtu, 18/09/2010
BUDIDAYA UDANG

Jenis udang yang di budidayakan terdiri dari Udang Windu dan Vannamei sedang-kan produksi lainnya yaitu udang putih dan udang api-api didapatkan sebagai produksi sampingan yang secara alami hidup di tambak.

1. Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei)
Produksi udang vaname tahun 2009 364,74 ton naik 259,55 % dari tahun 2008 yaitu sebesar 101, 44 ton.
Udang Vannamei mempunyai karakter spesifik dibanding jenis udang lainnya yaitu mempunyai kemampuan adaptasi relatif lebih tinggi terhadap perubahan lingkungan, diantaranya :

* suhu rendah dan perubahan salinitas (salinitas rendah / tinggi)
* lingkungan macro maupun micro klimat
* laju pertumbuhan relatif cepat pada bulan ke I dan ke II
* tingkat kelangsungan hidup (SR) yang tinggi
* budidaya udang Vannamei dapat dilakukan dengan sistem Tradisional, semi Intensive hingga Intensif
* masa pemeliharaan selama 3 4 bulan

Teknologi yang digunakan pada budidaya udang Vaname adalah dengan teknlogi sirkulasi air sistem tertutup (close water system) dimana selama dalam masa pemeliharan tidak memasukkan air secara langsung dari saluran pemasukan tetapi mengguna-kan sumber air dari petak tandon atau air tanah/ sumur.

Potensi budidaya udang Vannamei saat ini ter-konsentrasi di Kecamatan Kaliwungu (Desa Wonorejo, Desa Mororejo) dan Kecamatan Patebon (Desa Pidodo Kulon dan Desa Wonosari).

Pada saat panen udang vaname di Kelompok Sido Rukun Desa Wonorejo Kecamatan Kaliwungu, Ibu Bupati Kendal Ibu Dra. Hj. Siti Nurmarkesi menghadiri dan menyaksikan panen pada tanggal 19 Agustus 2009 dan 8 Februari 2010.


2. Udang Windu (Penaeus Monodon)
Udang Windu telah lama dikenal dan pernah menjadi komoditas andalan bagi para pembudidaya udang. Namun seiring anjloknya hasil panen yang diakibatkan oleh penurunan daya dukung lahan, kualitas udang dan akibat serangan penyakit hingga saat ini udang Windu masih sulit dibudidayakan kembali secara semi intensive dan intensive, walaupun demikian budidaya udang Windu saat ini masih terus dilakukan meskipun secara tradisional.
Potensi budidaya udang Windu di Kabupaten Kendal tersebar pada beberapa wilayah kecamatan sepanjang pantai utara jawa meliputi : Kaliwungu, Brangsong, Kendal, Patebon, Cepiring, Kangkung, dan Rowosari Produksi udang windu tahun 2009 sebesar 70,12 ton naik 18,23 % dari tahun 2008 yaitu sebesar 59,31 ton.

Guna pencapaian keber-hasilan dalam budidaya udang yaitu dengan menerapan Better Management Practices (BMP) pada Budidaya Udang yang meliputi :
* Menggunakan lahan sesuai dengan tata ruang dan potensinya;
* Menerapkan strategi musim tanam yang tepat;
* Menggunakan benur yang sehat berkualitas dan bersertifikat (Specific Patogen Free/SPF);
* Terapkan sistem air media steril (secara fisik, biologis dan kimiawi/obat),
* Menggunakan saprokan tere-gistrasi dan bersertifikat;
* Menghindari penggunaan anti-biotik dan obat-obatan yang dilarang;
* Menggunakan tandon air yang cukup;
* Menghindari penggunaan ganti air langsung dari luar;
* Aplikasi probiotik untuk memperbaiki kualitas ling-kungan dan menekan bakteri patogen;
* Menggunakan Immunostimulant (feed additive) untuk mening-katkan sistem kekebalan tubuh pada udang;
* Menerapkan sistem biosecurity yang tepat;
* Menerapkan teknik dan pasca panen yang tepat;
* Menerapkan sistem Unit Pengelolaan Limbah (UPL) dan perizinan usaha tambak;
* Tidak merusak hutan mangrove
* Menerapkan sistem koordinasi petambak dalam kawasan untuk menghindari segala kemungkin-an yang dianggap negatif.

Kembali | Lihat Semua