Lain-lain
 
Kamis, 29/10/2015
TINGGAL KLIK, PESANAN NASI KUCING SEGERA DIANTAR

Setiap saat ada saja inovasi produk baru yang bermunculan. Salah satunya adalah menu nasi kucing khas Yogyakarta. Kini, Anda bisa menikmati nasi kucing dalam porsi yang lebih besar dengan kemasan modern. Penjualannya pun lewat internet dengan sistem pesan-antar. Para pengusaha nasi kucing kemasan ini bisa mengantongi omzet puluhan juta rupiah per bulan.
Bisnis kuliner memang menjadi salah satu sektor usaha yang masih diminati para pengusaha. Menu yang dipilih beragam, mulai dari makanan tradisional, makanan dari luar negeri hingga konsep usaha mulai dari gerobak pinggir jalan, kafe atau sistem pesan antar lewat situs internet.
Salah satu makanan tradisional yang kini dijajakan dengan inovasi adalah sego kucing atau nasi kucing. Mulai muncul beberapa pelaku usaha yang memodifikasi kemasan makanan khas Yogyakarta ini menjadi lebih modern. Cara penjualannya pun bisa lewat internet.
Seperti Johan Mantik yang mendirikan usaha nasi kucing dalam kemasan bermerek Nasi Juara. Dia mulai menjalankan usaha ini sejak November 2014 di Jakarta. Ide usaha ini muncul dari pengalaman pribadinya yang kerap kesulitan mendapat sarapan pagi dengan makanan yang higienis dan porsi yang pas.Lantas, Johan mulai mencoba membuat nasi kucing menurut versinya. Jadi, porsi lebih besar daripada nasi kucing pada umumnya, kemasan lebih trendi, dan mudah dibawa kemana-mana.
Lagi pula di kota metropolitan seperti Jakarta, mencari daun pisang sebagai pembungkus juga sulit. Maka Johan menggunakan wadah plastik yang bisa dibuka atau ditutup rapat.Nasi Juara memiliki dua varian rasa yaitu nasi kucing ayam dan nasi kucing ikan teri medan yang masing-masing dibanderol Rp 18.000 per porsi. Di dalamnya ada nasi, telur dadar suwir, sayuran, tempe, dan sambal.Johan juga memberi pilihan tiga level kepedasan sambal. "Pangsa pasarnya adalah kalangan pekerja dan mahasiswa," kata dia.
Untuk proses produksi, Johan dibantu keluarganya. Kapasitas produksi bisa mencapai 150 porsi sampai 200 porsi per hari. Tidak heran bila dalam sebulan dia bisa mengantongi omzet lebih dari Rp 50 juta.Pemasarannya masih di sekitaran Jakarta. Setiap Minggu pagi, Nasi Juara juga dijual saat Car Free Day dengan konsep gerai di motor. Johan juga bekerja sama dengan Go-Food untuk mengantarkan makanannya ke kantor-kantor dan kampus.
Pelaku usaha lainnya adalah Eko Danu Saputro yang juga membuat usaha nasi kucing kemasan dengan merek Nasi Meong. Nasi Meong berdiri tahun 2014 di Batam, Kepulauan Riau. "Saya membuat nasi kucing yang tidak hanya isinya nasi, ikan teri, dan sambal, tetapi juga menu lain dan sesuatu yang belum ada di Batam," kata dia.
Nasi Meong memiliki empat menu, yaitu nasi meong ikan asin sambal mercon, nasi meong ayam suwir teriyaki dan nasi meong sambal goreng kentang ati. Harga jualnya
Rp 8.000-Rp 10.000 per porsi. Dia juga jual sambal mercon seharga Rp 35.000 per botol.
Dalam sehari, dia bisa memproduksi 100 porsi. Rata-rata Eko dapat mengantongi omzet nasi kucing dan sambal mercon hingga Rp 30 juta per bulan.

Sumber : Peluangusaha.kontan.co.id

Kembali | Lihat Semua