Lain-lain
 
Kamis, 01/07/2015
PILAH PILIH TAWARAN INVESTASI AYAM BAKAR MADU

Kedai yang menyajikan makanan olahan ayam dan ikan sudah tidak terhitung jumlahnya. Wajar saja, menu ini sudah menjadi favorit orang Indonesia. Tidak sedikit di antara pengusaha kuliner ini yang menawarkan kemitraan usaha. Salah satunya Okki Indiyanto asal Bekasi yang menjalankan usaha Salira Ayam dan Ikan Bakar Madu.Berada di bawah naungan Salihara Group, gerai ini berdiri sejak Januari 2013 dan mulai menawarkan kemitraan pada April 2013. Ketika KONTAN sempat mengulas usaha ini di pertengahan tahun lalu, belum ada mitra yang bergabung. Saat ini Sate Ayam dan Ikan Bakar Madu sudah berhasil menggandeng tiga mitra di Semarang, Bandung, dan Jakarta.

Okki menjelaskan, pusat tidak memiliki gerai sendiri namun hanya fokus mengurus manajemen dan pasokan bahan baku. Dia mengaku bumbu khas yang digunakan membuat menu menjadi gurih dan manis, menjadi keunggulan menu di gerai ini.Paket investasi yang ditawarkan pun mengalami perubahan. Awalnya Okki menawarkan tiga paket investasi yakni senilai Rp 7,5 juta, Rp 15 juta dan Rp 30 juta. Saat ini paket investasi yang ditawarkan lebih ekonomis, yakni paket booth knockdown senilai Rp 3,5 juta, paket booth aluminium senilai Rp 5,5 juta, dan paket warung tenda senilai Rp 15 juta.

Dengan nilai investasi sebesar itu, mitra akan mendapatkan satu set booth atau gerobak lipat, kompor gas, regulator, peralatan memasak, seragam karyawan, panduan resep, pelatihan karyawan, alat promosi, bahan baku ayam, dan bumbu awal. Perbedaan fasilitas yang didapat mitra dari masing-masing paket adalah kualitas booth serta fasilitas peralatan usaha yang didapatkan. Kerjasama ini berlangsung selamanya dan pusat tidak memungut biaya royalti.Ayam dan Ikan Bakar Madu menyediakan varian menu mulai dari ayam bakar madu, ayam goreng, cumi bakar madu, gurami bakar madu, dan lain-lain. Harga jual mulai dari Rp 13.000 hingga Rp 45.000 per porsi.

Estimasinya, mitra bisa mencetak omzet sekitar Rp 10,5 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya operasional, mitra masih bisa mendapatkan keuntungan bersih 40%60% dari omzet. Dengan begitu, mitra bisa balik modal sekitar tiga bulan.

Sumber : Peluangusaha.kontan.co.id

Kembali | Lihat Semua